Travel to Biting

Travel to Biting

Selasa, 05 November 2013

Sungai Mujur,bukannya cuma buat nambang pasir?

Adakah diantara  teman-teman semua yang mengenal Sungai Mujur?

 Yang terletak di Desa Lempeni ini dikenal dengan aktivitas penambangan pasirnya,apalagi ketika musim penghujan.
Lalu bagaimana jika sedang musim kemarau?Apakah aktivitas penambangan pasir yang menjadi mata pencaharian sebagaian besar  masyarakat sekitar sana tetap berlangsung?
rmengerjakan tugas kesenian,yaitu membuat sketsa.
Dengan membawa tas sekolah yang berisi buku-buku,saya pergi kesana dengan jalan kaki ketika sholat Shubuh sudah selesai.
Saya berjalan dan berjalan,walau lelah,tapi keinginan saya untuk pergi kesana sangat besar,dan keinginan besar tadi ternyata mendapat b alasanyang setimpall.Saya sampai disana tepat waktu,yaitu ketika matahari menyinari Gunung Semeru yang terletak disebelah barat Sungai Mujur.Pemandangan yang benar-benar indah ditambah dengan udara yang begitu segar.



Sebenarnya,selain berfungsi sebagai tempat mencar i rupiah bagi masyarakat,Sungai Mujur juga berfungsi sebagai tempat rekreasi terutama ketika hari minggu tiba,seperti halnya hari kemarin.
Setelah puas melihat pemandangan dari atas jembatan,saya memutuskan untuk turun meskipun sebenarnya tidak benar-benar turun.
Dibawah,saya segera mengeluarkan kertas untuk membuat sketsa.Awalnya berjalan lancar sampai seorang laki-laki menghampiri saya dan mengajak saya bicara.Benar-benar mengganggu….-_-
Dengan berat hati kemudian,saya putuskan untuk meninggalkan tempat saya menggambar dengan alasan sudah selesai.
Saya pun turun ke sungai dan melihat seorang bapak-bapak yang sedang menambang pasir disungai.


Sok sokan jadi wartawan,sayapun mencoba untuk bertanya-tanya seputar aktovitas penambangan pasir yang katanya sangat sulit jika tidak ada hujan,karena jika sedang tidak hujan,untuk mendapatkan pasir mereka harus mngangkat batu-batu didasar sungai agar pasir pasir yang mengendap sidasar sungai bisa terngkat.
sungguh ironis,penambangan pasir yang membuat aor liur pasa investor menetes,malah tidak mampu mensejahterakan para penambangnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar